Bupati Dedi Mulyadi: Regulasi BPJS Ketenagakerjaan Harus Diperbaiki

dangiangkisunda.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyampaikan otokritik terhadap sistem pelayanan BPJS Ketenagakerjaan baik di Purwakarta khususnya dan umumnya di seluruh wilayah yang menjadi range area pelayanan Perusahaan Plat Merah ini. Kritik ini ia lontarkan karena dirinya kerap kali menerima keluhan via SMS Center dan Akun-akun Sosial Media miliknya perihal pihak Rumah Sakit sering menolak buruh yang membutuhkan tindakan medis dengan alasan BPJS Ketenagakerjaan sering tidak tertib administrasi dalam menyelesaikan pembayaran klaim pasien.

Kritik pedas ini dia sampaikan disela pertemuan dan diskusi dengan perwakilan organisasi serikat buruh hari Minggu (1/5) di Rumah dinasnya Jl Gandanegara No. 25. Pertemuan yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Buruh Sedunia ini sengaja diadakan dalam suasana santai dan penuh rasa kekeluargaan, berupa kegiatan jalan santai dan sarapan bersama dengan perwakilan serikat buruh. Ini dilakukan untuk menghilangkan kesan bahwa Buruh selalu menjadi biang macet Tahunan setiap tanggal 01 Mei.

“Pelayanan BPJS harus segera diperbaiki, secara teknis regulasi agar lebih memudahkan pekerja untuk mendapatkan akses Kesehatan. Saya sering menerima keluhan via SMS dan sosial media. Seharusnya ada petugas BPJS di setiap rumah sakit untuk melayani pekerja jadi tidak ada lagi cerita ada pekerja yang ditolak pihak rumah sakit. Semua sudah clear saat itu juga di rumah sakit”. Kata Kang Dedi menjelaskan.

Kang Dedi pun menambahkan sudah seharusnya BPJS memiliki karakter melayani dan memasukannya ke dalam SOP Perusahaan. Menurut Bupati yang dikenal responsif menindaklanjuti keluhan warganya ini, Langkah ini penting dilakukan karena pekerja sudah membayar premi kepada BPJS. “Intinya harus bisa melayani dengan sepenuh hati. Lah pekerja sudah bayar kok”. Kata Kang Dedi ketus.

Pernyataan kang Dedi ini pun diamini oleh perwakilan serikat buruh Fuad BM yang berasal dari organisasi FSPMI. Menurut dia selama ini memang para pekerja berharap BPJS meningkatkan kualitas pelayanan terutama bagi pekerja yang memakai fasilitas kelas III “Saya ma’mum saja apa yang disampaikan oleh Pak Bupati karena itu memang realitas saat ini. Para pekerja sering mengalami kesulitan mengakses fasilitas BPJS yang sebenarnya sudah mereka bayar” Kata Fuad membeberkan.

Selain itu Fuad meminta pihak rumah sakit untuk menambah fasilitas kamar kelas III mengingat hampir 80% pekerja memilih fasilitas kamar kelas III pada saat melakukan pendaftaran BPJS. “Pihak rumah sakit pun saya kira harus menambah fasilitas kelas III. Banyak loh pekerja yang mendaftar di kelas ekonomi itu. Semoga diskusi ini dapat ditindak lanjuti oleh berbagai pihak” Kata Fuad sambil menutup.(amh/bon)

Leave a Reply

Your email address will not be published.