image

dangiangkisunda.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menantang para lawan politiknya yang kerap mengkritik pembangunan patung di Purwakarta, untuk sama-sama mengkritisi patung harimau Lodaya yang kerap jadi icon Polda Jabar dan Kodam III Siliwangi.

Ia menjelaskan, selama ini patung di Purwakarta kerap dikritisi. Bahkan, pada 2011, sejumlah patung dibongkar. Seharusnya, jika pendirian patung ini menyalahi aturan agama, maka patung-patung di Kodam III Siliwangi dan Polda Jabar juga harus dikritisi dan kalau perlu dibongkar. Termasuk, simbol krisna bagi para personil intelejen Polri.

“Di kantor polisi dan tentara di Jabar itu suka ada patung harimau lodaya sampai patung tentara. Jika logikanya patung  menyalahi aturan agama, maka saya tantang mereka yang suka mengkritik patung untuk melakukan hal yang sama pada patung-patung di kantor polisi dan tentara. Jangan berlakukan kritik patung haram itu pada Dedi Mulyadi saja, yang objektif dong,” ujar Dedi saat ditemui di kawasan Situ Buleud, Jumat (12/2).

Selama ini,  organisasi dakwah Manhajus Solihin pimpinan Muhammad Syahid Joban dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purwakarta  meminta Dedi menghancurkan pembangunan patung di Purwakarta karena menyalahi aturan. Bahkan, MUI Purwakarta melayangkan surat resmi dengan nomor 207/07-X/MUI/XII/2015 yang berisi arahan dan rekomendasi soal penghentian pembangunan patung.

Dedi berjanji akan membongkar semua patung yang dibangunnya di Purwakarta, jika MUI dan Manhajus Solihin ini berani mengkritisi dan membongkar patung-patung di kantor tentara dan polisi.

“Jika mereka itu berani bongkar patung harimau lodaya dan patung di kantor polisi dan tentara di Jabar, maka saya akan bongkar semua patung yang saya bangun di Purwakarta, saya tidak akan menunggu disuruh, akan saya bongkar sendiri,” ujarnya.

Seperti diketahui, patung Arjuna di Situ Wanayasa Kecamatan Wanayasa dibakar orang tak dikenal pada Kamis (11/2) dini hari. Muhammad Syahid Joban yang kerap mengkritisi pembangunan patung di Purwakarta justru mengapresiasi pelaku pembakaran.(amh/bon)

2 Responses

  1. Dony Firmansyah

    mungkin maksud mereka meminta kang dedi merobohkan patung-patung di purwakarta dengan alasan agama. dikarenakan takut mereka kembali tergoda menyembah patung-patung itu kang.

    Reply
  2. ade sopandi

    Sy suka dengan pembangunan dan perkembangan purwakarta yang salah satunya pembangunan patung2 di purwakarta.sy kira ini tak menyalahkan aturan agama,karena sang pencipta patung tak menyerukan warganya utk menyembah patung,ini budaya loh.. bukan akidah yang jadi permasalahan.coba kita bolak balik baca lagi sejarah islam yang sebar luaskan oleh para wali kita,salah satu dari sembilan wali alloh di tanah nusantara yang adalah sunan kali jaga menyebarkan islam dengan kesenian wayang,apa wayang itu bukan patung?ini indonesia bukan arab Amerika atau eropa.ini indonesia yang kaya akan budaya bahasa dan seni dan yang lainnya yang harus dipertahankan dan di lestarikan,bukan utk di perdebatkn seharusnya budaya dan agama saling menyatu seperti hal nya yang dilakukan sunan kali jaga.mari kita junjung tinggi agama dan budaya indonesia yang sudah dikenal bahkan amat terkenal keseluruhan dunia.kepada pak dedi yang di muliakan alloh swt semoga bapak senantiasa menjalankan amanah ini dengan dibareingi iman dan taqwa dan semoga hari kehari minggu ke minggu,bulan dan tahun ke tahun bapak semakin baik memimpin rakyat ini,karna saya dan mungkin rakyat lain sudah bosan dengan pemimpin2 yang tidak baik.mari kita sama sama membawa indonesia kedepan yang lebih baik amiiin

    Salm hormat sareng ka deudeuh warga campaka sareng cibatu

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.