dangiangkisunda.com – Jelang Hari Raya Idul Adha 1437 H, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memastikan 100% hewan kurban asal Purwakarta sehat dan layak konsumsi. Hewan kurban asal Purwakarta yang terdiri dari sapi dan domba ini menurut Dedi akan melalui pemeriksaan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta sebagai ‘leading sector’ yang menangani hewan ternak sebelum masuk pasar hewan. Hal ini diungkapkan oleh Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut saat ditemui di rumah dinasnya di Jl Gandanegara No 25 Purwakarta hari ini Senin (5/9).

Menurut Dedi, sejak kemarin tim dari Dinas Peternakan dan Perikanan telah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap hewan-hewan kurban mulai dari tingkat peternak hingga hewan kurban milik pedagang di pasar hewan. Pemeriksaan ini dipandang wajib dilakukan untuk menjaga kualitas hewan ternak tersebut agar terjamin hingga sampai ke tangan konsumen.

“Kita pastikan 100% aman. Tim kesehatan hewan dari Dinas Peternakan sudah bekerja sejak kemarin. Mereka berkeliling dari tingkat peternak hingga pedagang di pasar hewan”. Jelas Dedi.

Terkait isu virus anthrax yang menyerang hewan ternak asal Purwakarta, menurut Dedi hal tersebut harus dipastikan kembali karena hewan ternak yang memasuki pasar Purwakarta tentu tidak seluruhnya berasal dari peternak asal Purwakarta. Bupati yang sejak remaja mengaku sudah memiliki hewan ternak domba tersebut pun menyebut isu virus anthrax hanya bagian dari masa lalu dunia peternakan di Purwakarta.

“Harus diingat juga bahwa hewan ternak ketika sudah ada di pasar itu kan bukan seluruhnya hasil produksi peternak Purwakarta, banyak kok yang berasal dari daerah lain. Tetapi saya pastikan semuanya diperiksa dengan baik, diawasi dengan ketat sebelum sampai ke tangan konsumen, ada label khusus ketika hewan itu sehat dan layak konsumsi. Soal anthrax mah itu mah masa lalu, Tahun 1999 kan?”. Beber Dedi kembali.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Peternakan Purwakarta, dr Ita Sriwuryusturati. Dia menyebut pasokan sapi Purwakarta berasal dari tiga daerah yakni Lampung. Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga menutut dia pengetatan pengawasan perlu dilakukan karena sapi tersebut berasal dari lintas daerah.
“Lalu lintas untuk sapi kan berasal dari luar Purwakarta, kami jadi lakukan pengawasan karena kebutuhan sapi kurban ini besar sekali, bisa mencapai 1500 ekor, ada 2000 ekor sapi yang masuk Purwakarta. Kalau untuk domba kita malah surplus, populasi domba Purwakarta saat ini sudah mencapai satu juta ekor dengan kebutuhan untuk kurban sekitar 6000 ekor saja”. Pungkas Ita menjelaskan. (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.