dangiangkisunda.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi hari ini Senin (29/8) mengumpulkan 183 Kepala Desa berikut 17 Camat dari seluruh Kabupaten Purwakarta di Aula Janaka Sekretariat Daerah Jl Gandanegara No 25 Purwakarta. Rapat yang digelar pasca penutupan rangkaian Hari Jadi Purwakarta ini memang rutin digelar oleh Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut.

Dalam rapat tersebut, dibahas rencana pembangunan fisik infrastruktur di setiap desa sebelum dibawa ke Forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2017. Aneka masukan dan keluhan yang muncul dalam rapat ini menjadi prioritas utama pointer pembangunan yang akan dilaksanakan pada Tahun 2017 mendatang.

Adapun fokus pembangunan di Purwakarta pada Tahun 2017, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan terdapat tiga prioritas utama yang akan didorong yakni pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Air Bersih dan Jalan Lingkungan. Selain itu menurut Dedi, Desa akan diarahkan agar mengedepankan ciri wilayah dalam melaksanakan pembangunan sehingga masing-masing Desa memiliki ‘brand’ yang berbeda.

“Nanti Desa harus membuat buku sejarah desa, mulai dari nama desa harus diterjemahkan dalam buku itu. Pembangunan harus didasarkan pada ciri wilayah sehingga jangan ada pembangunan yang ahistoris, dari sini maka Desa bisa menggelar hajat lemburnya jika sudah memiliki produk unggulan di wilayahnya”. Kata Dedi menjelaskan.

Dedi pun berharap setiap desa di Purwakarta dapat menjadi destinasi wisata budaya dengan kekhasan yang sudah terbangun tersebut. Sehingga warga desa akan mandiri membangun mata pencaharian desanya sendiri.

Untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Pemerintah Kabupaten Purwakarta menurut Dedi sudah melakukan pendataan ke setiap desa. Dari data tersebut diperoleh jumlah 15.000 rumah milik warga tidak mampu yang akan dibangun dengan menggunakan biaya dari APBD Purwakarta Tahun 2017.

“Kita anggarkan dari APBD sebanyak Rp150 Milyar untuk Rutilahu, belum nanti jalan lingkungan dan penyediaan air bersih, belum program lain. Tapi fokus kita itu dulu”. Pungkas Bupati yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda tersebut. (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.