image

dangiangkisunda.com – Kedatangan Duta Besar Jerman untuk Indonesia ke Purwakarta kamis (14/01) awalnya berjalan lancar, Dubes George Witschel disambut Bupati dengan suguhan yang hangat dan bersahabat seperti tamu-tamu kehormatan lainnya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, menyambut dengan mengucapkan selamat datang diiringi dengan mempersilahkan masuk dan memberikan iket ciri khas sunda kepada Duta Besar Jerman dan 3 orang staf nya. 2 diantaranya beragama Islam.

Dalam lawatannya, Duta Besar George direncanakan akan menghadiri beberapa sesi acara, diantaranya sesi Dialog dengan Bupati Dedi, Dialog Kelas Inspirasi dengan para pelajar dan mahasiswa, dan sesi terakhir mengunjungi Air Mancur Taman Sri Baduga Maharaja di Situ Buleud ditutup terakhir makan siang.

Saat sesi pertama berlangsung, Ramah tamah dan dialog keduanya dihadiri para unsur Pejabat dari seluruh Dinas  atau Satuan Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta. semuanya berjalan lancar dan full  sharing. Namun tiba-tiba salah seorang stafnya Alexander mendekatinya dan memberikan informasi kepada Dubes Jerman itu, bahwa persis didekat kantor Kedutaan Jerman terjadi ledakan Bom dan terjadi baku tembak.

Sontak informasi itu membuat Dubes George kaget dan sempat percaya dan  tidak percaya. Tak lama Dubes memohon izin kepada Bupati dan hadirin untuk menelpon Jakarta untuk menanyakan ke bagian Security Kedutaan Jerman tentang perkembangan efek Bom Jakarta dan menanyakan apakah ada warga Jerman yang menjadi korban.

Dubes Gorge, dalam kepanikan nya sempat memutuskan untuk segera pulang ke Jakarta dan mengakhiri lawatannya di Purwakarta. Namun, bupati Purwakarta menyarankan untuk menanyakan dulu ke bagian security Servise Kedubes Jerman apakah diperlukan segera Dubes George kembali ke Jakarta?

Saran Bupati tersebut di dengar Dubes, dan Dubes kembali menelpon Security Servise Kedubes Jerman tentang apakah ia harus segera mengakhiri sesi kunjungannya di Purwakarta? Untung saja, pihak Jakarta justru melarang dubes untuk segera pulang ke Jakarta karena situasi belum menentu, bahkan Jakarta menyarankan untuk tetap di Purwakarta, karena khawatir rombongan Dubes dan para staf yang berplat nopol CD malah menjadi incaran para pelaku teror.

Sontak kondisi dan saran itu, disambut oleh Bupati Purwakarta Kang Dedi Mulyadi, bahwa Dubes George selama di Purwakarta akan dijamin keselamatannya. Kang Dedi meyakinkan bahwa Dubes George aman selama di Purwakarta. Tak lama setelah kepanikan karena bom Jakarta itu, halaman Pemda dipenuhi dengan barisan pasukan keamanan dari Satpol PP dan  Kepolisian Polres Purwakarta.

Sesi kunjungan dialog pun dilanjutkan dengan dialog dengan pelajar dan mahasiswa. Tak lama dilanjutkan dengan kunjungan Dubes George melihat Situ Buleud, untuk meninjau air mancur salah satu maha karya teknologi tinggi dari salah satu perusahaan Air Mancur dari Jerman.

Dalam lawatannya ke Situ Buleud meninjau Air Mancur Sri Baduga Maharaja, Air Mancur terbesar se-Asia Tenggara. Tampak Dubes George terkagum – kagum, dengan luasnya air mancur Sri Baduga yang dikhiasi monumen Patung Raja Sunda terakhir dikelilingi 4 Macan Putih (Sri Baduga Maharaja) yang ia sebut “The Last King of Sunda”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.