Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta

dangiangkisunda.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tidak akan meladeni sikap frontal Front Pembela Islam (FPI) yang mencekalnya saat hendak menerima penghargaan dari Federasi Teater Indonesia (FTI) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini Jakarta Selatan, Senin (28/12) malam.

Pada ajang itu, massa FPI melakukan sweeping pada setiap mobil yang masuk, guna memastikan orang nomor satu di Purwakarta itu tidak masuk ke TIM.

Selain kasus di Jakarta, aksi penolakan terhadap Dedi dilakukan FPI juga dilakukan di sejumlah daerah dan melakukan penghadangan terhadap setiap acara yang akan dihadiri Dedi.

Menanggapi hal itu, Dedi mengaku tidak mempermasalahkan aksi sweeping mereka.

“Biarkan saja, saya tidak perlu meladeni mereka, keyakinan agama saya, Islam, mengajarkan saya untuk tidak berkonfrontasi. Termasuk, ideologi Sunda yang besar, juga tidak mengajarkan untuk membenci kelompok manapun,” ujar Dedi, saat dihubungi Selasa (29/12).

Aksi itu sendiri sebagai buntut dari kerusuhan atau ketegangan di Purwakarta saat massa FPI menyambangi Purwakarta bersama pimpinan mereka Rizieq Shihab.

“Apa yang mereka lakukan terhadap saya, saya rasa itu hak mereka. Termasuk pencekalan terhadap saya, tinggal kembalikan lagi pada konstitusi, apakah dibenarkan?” ujar Dedi.

Ia mengaku lebih tertarik mengurusi Purwakarta, perbaikan infrastruktur di pelosok, penyediaan air bersih, melayani orang sakit hingga membuat nyaman warga Purwakarta.

“Masih banyak hal penting yang perlu saya lakukan, menjamin kebutuhan dasar warga saya, menjamin pemenuhan hak dasar di bidang kesehatan hingga pendidikan. Itu lebih menyita perhatian saya,” ujar Dedi.(amh/bon)

2 Responses

  1. Susi Necklin

    Ahh betul Kang Dedi… Betul pisannn.. Orang jg akan menilai dari cara bersikap dan ucapan. Salut buat Kang Dedi.. maju terusss Kang…. Bangun Purwakarta

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.