dangiangkisunda.com – Perhatian Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memang dicurahkan untuk membangun peradaban. Hal ini terbukti dari komitmennya jika kelak terpilih dalam kontestasi lima tahunan tersebut.

Pria kelahiran Kabupaten Subang, Jawa Barat itu mengungkapkan dirinya melihat kuliner khas Jawa Barat memiliki potensi untuk lebih berkembang. Karena itu, dia berkomitmen menjadikan kuliner tersebut sebagai penganan wajib di setiap instansi pemerintah di seluruh Jawa Barat.

Hal ini diungkapkan oleh Dedi Mulyadi saat mengunjungi sentra pembuatan permen karamel. Tepatnya di Desa Pangalengan Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/4/2018).

“Produk UMKM masyarakat Jawa Barat terutama kulinernya nanti jadi penganan wajib di setiap kantor pemerintah. Kita masukan ke pos anggaran makan dan minum kan bisa,” katanya.

Langkah ini akan diambil dalam upaya membangun stimulus untuk para pelaku UMKM terutama sektor kuliner. Para tamu pemerintah menurut Dedi Mulyadi, merupakan agen marketing yang baik untuk menyokong pemasaran produk masyarakat Jawa Barat.

“Sekalian disajikan untuk para tamu. Kita perkenalkan, ini loh produk unggulan kita, asli Jawa Barat. Mereka nanti ngobrol itu ke teman-temannya. Untuk menuju orientasi ini, kita harus memperkuat branding dan packaging setiap produk,” ucapnya.

Penyajian kuliner khas Jawa Barat sudah dilaksanakan oleh Dedi Mulyadi saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Para tamu disajikan berbagai macam makanan mulai dari sate maranggi hingga cemilan khas seperti papais, lobi-lobi, colenak dan simping.

Ke depan, festival kuliner produk UMKM pun diakuinya siap digelar di tingkat Jawa Barat. Kegiatan tersebut dalam rangka menarik minat generasi muda untuk turut aktif melestarikan warisan kuliner leluhurnya.

“Saya lihat permen karamel ini saja ingat masa kecil. Kuliner lain harus lestari juga. Ke depan kita bisa membuat festivalnya untuk tingkat Jawa Barat,” cetusnya.

Wisata Kuliner Purwakarta

Kesuksesan branding sate maranggi di Purwakarta menjadi ‘legacy’ tersendiri dari Dedi Mulyadi untuk kabupaten tersebut. Bahkan, kuliner lain pun aktif dipromosikan melalui ajang ‘Wisata Kuliner’ setiap malam minggu.

Event tersebut sampai hari ini masih berlangsung secara rutin dan terpusat di Jalan KK Singawinata, Purwakarta.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan, omset para pedagang kuliner naik drastis karena event tersebut. Sehari-hari, omset mereka berkisar di angka Rp500 ribu sampai Rp1 Juta. Saat event Wisata Kuliner berlangsung, jumlahnya meroket menjadi Rp3 Juta sampai Rp4 Juta.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.