dangiangkisunda.com – Sempat viral di media sosial, pria bernama “Kanjut”diundang ke Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada Kamis (27/7). 

Dalam akun facebooknya, Kang Dedi Mulyadi, menuliskan kisah Abah Kanjut, pemilik nama unik yang berhubungan dengan alat vital laki-laki. 

Berikut ini,  catatan Kang Dedi Mulyadi, yang menceritakan kedatang Abah Kanjut ke Rumdinya.

Kata “Kanjut” seolah tabu diucapkan karena dianggap sesuatu yang harus ditutupi. Padahal, dalam bahasa Sunda, istilah “Kanjut” sering dijumpai dalam kalimat. 

Beberapa frase kalimat itu diantaranya “kanjut dina tarang” artinya pemalu, “kanjut dina punduk” artinya penakut, “kanjut kundang” artinya tempat menyimpan uang dan “ngetrukeun eusi kanjut” artinya mengawinkan anak bungsu. 

Nah, kalau Abah yang satu ini memang asli bernama Kanjut, warga Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang. Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh tani. 

Ketika lahir, Abah diberi nama Rasyid, karena sering sakit-sakitan, oleh Wakil Narim diganti namanya menjadi Kanjut. 

Ketika muda, Abah Kanjut merupakan seorang pesilat tangguh, bahkan dianggap jagoan di kampungnya, Tukang Bobok, Tukang Tarok. 

Ketika bertemu dengan saya siang tadi di Rumah Dinas, Abah masih piawai memperlihatkan jurus-jurusnya. 

Abah kini tinggal bersama Nenek yang ketika muda harus mendapatkannya dengan pertarungan sengit. 

Abah memelihara 7 ekor domba dan saya menggantinya dengan domba bibit unggul agar untungnya lebih besar. 

Abah ini memang luar biasa, bukan hanya namanya saja yang Kanjut, tetapi dia memang betul-betul laki-laki yang punya kanjut, artinya laki-laki yang punya nyali atau jantan, tetapi bukan pejantan.‎(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.